Hadis Abu Dawud No. 919
🔤 Teks Arab
🌐 Terjemahan
Bahasa Indonesia
Sunan Abu Daud 919: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Salamah Al Muradi telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb dari Yunus dari Ibnu Syihab telah mengabarkan kepadaku As Sa`ib bin Yazid bahwa
Pada mulanya, adzan pertama pada hari Jum'at ketika imam duduk di atas mimbar yaitu di masa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, Abu Bakar dan Umar radliyallahu 'anhuma, ketika Utsman menjabat Khilafah, sementara orang-orang semakin banyak jumlahnya, maka Utsman memerintahkan untuk mengumandangkan adzan ketiga di hari Jum'at, maka di kumandangkanlah adzan di atas Zaura`(tempat ketinggian di pasar Madinah), lalu perkara tersebut menjadi tetap.
Telah menceritakan kepada kami An Nufaili telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Salamah dari Muhammad bin Ishaq dari Az Zuhri dari As Sa`ib bin Yazid dia berkata: "Mu'adzin mengumandangkan adzan di hadapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada hari Jum'at, yaitu ketika beliau telah duduk di atas mimbar, sedangkan Abu Bakar dan Umar berada di depan pintu masjid." Kemudian dia melanjutkan hadits tersebut sebagaimana hadits Yunus.
Telah menceritakan kepada kami Hannad bin As Sarri telah menceritakan kepada kami 'Abdah dari Muhammad yaitu Ibnu Ishaq dari Az Zuhri dari As Sa`ib dia berkata: "Rasulullah tidak memiliki Mu'adzin (tetap) kecuali satu orang, yaitu Bilal." Kemudian dia menyebutkan makna haditsnya.
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya bin Faris telah menceritakan kepada kami Ya'kub bin Ibrahim bin Sa'd telah menceritakan kepada kami ayahku dari Shalih dari Ibnu Syihab bahwa As Sa`ib bin Yazid sepupunya Namir telah mengabarkan kepadanya, katanya: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak memiliki selain satu Mu'adzin." Kemudian dia melanjutkan hadits tersebut, namun tidak sempurna.
📋 Perbandingan Status
| Peneliti | Status |
|---|---|
| al-Albani | 1. Shahih, 2. Munkar, 3. Shahih, 4. Shahih |
| Abu Thahir | Shahih / Dha'if / Dha'if / Shahih |
📊 Status Menurut Abu Thahir
| No | Status | Kode |
|---|---|---|
| 1 | Shahih | 1087 |
| 2 | Dha'if | 1088 |
| 3 | Dha'if | 1089 |
| 4 | Shahih | 1090 |
🎯 Analisis Kekuatan Hadis
| Status | Indikator Kekuatan |
|---|---|
| 1. Shahih, 2. Munkar, 3. Shahih, 4. Shahih | ⚪ Tidak Diketahui |
| Shahih | 🟢 Kuat |
| Dha'if | 🔴 Lemah |
| Dha'if | 🔴 Lemah |
| Shahih | 🟢 Kuat |
📝 Informasi Hadis
- Koleksi: Sunan Abu Dawud
- Nomor Hadis: 919
- Ditambahkan pada: 18 October 2025
- Status al-Albani: 1. Shahih, 2. Munkar, 3. Shahih, 4. Shahih
- Status Abu Thahir: Shahih / Dha'if / Dha'if / Shahih
Hadis ini telah diverifikasi secara otomatis menggunakan sistem grading ulama hadis.