Hadis Ahmad No. 21702
🔤 Teks Arab
🌐 Terjemahan
Bahasa Indonesia
Musnad Ahmad 21702: Telah menceritakan kepada kami Haiwah bin Syuraih telah bercerita kepada kami Baqiyyah telah bercerita kepadaku Bahir bin Sa'ad dari Khalid bin Ma'dan dari 'Ubadah bin Ash Shamit, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Lailatul qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir, barangsiapa bangun di malam-malam itu dengan dorongan mencari pahalanya, Allah Tabaaroka wa Ta'ala mengampuni dosanya yang terdahulu dan yang berikutnya, ia terjadi pada malam ganjil: kesembilan, ketujuh, kelima, ketiga atau malam terakhir." Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tanda-tanda lailatul qadar adalah malam yang terang sepertinya ada rembulan terbit, tenang, sunyi, tidak dingin, tidak panas, tidak dihalalkan bagi bintang-binatang untuk dilemparkan di malam itu hingga pagi, dan tanda-tandanya adalah di pagi harinya matahari terbit merata, pancaran cahayanya tidak seperti rembulan di malam purnama, dan tidak halal bagi setan untuk keluar di saat itu."
📋 Perbandingan Status
| Peneliti | Status |
|---|---|
| Ahmad Syakir | Bagian Awal Dari Hadits Ini Hasan |
| Al Arnaut | Tidak Tersedia |
🎯 Analisis Kekuatan Hadis
| Status | Indikator Kekuatan |
|---|---|
| Bagian Awal Dari Hadits Ini Hasan | ⚪ Tidak Diketahui |
📝 Informasi Hadis
- Koleksi: Musnad Ahmad
- Nomor Hadis: 21702
- Ditambahkan pada: 18 October 2025
- Status Ahmad Syakir: Bagian Awal Dari Hadits Ini Hasan
- Status Al Arnaut: Tidak Tersedia
Hadis ini telah diverifikasi secara otomatis menggunakan sistem grading ulama hadis.