Hadis Daruquthni No. 1019

🔤 Teks Arab

سنن الدارقطني ١٠١٩: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , ثنا سَلْمُ بْنُ جُنَادَةَ , ثنا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ , عَنِ الْأَعْمَشِ , عَنْ أَبِي صَالِحٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ لِلصَّلَاةِ أَوَّلًا وَآخِرًا وَإِنَّ أَوَّلَ وَقْتِ الظُّهْرِ حِينَ تَزُولُ الشَّمْسُ وَإِنَّ آخِرَ وَقْتِهَا حِينَ يَدْخُلُ وَقْتُ الْعَصْرِ وَإِنَّ أَوَّلَ وَقْتِ الْعَصْرِ حِينَ يَدْخُلُ وَقْتُهَا وَإِنَّ آخِرَ وَقْتِهَا حِينَ تَصْفَرُّ الشَّمْسُ وَإِنَّ أَوَّلَ وَقْتِ الْمَغْرِبِ حِينَ تَغْرُبُ الشَّمْسُ وَإِنَّ آخِرَ وَقْتِهَا حِينَ يَغِيبُ الْأُفُقُ وَإِنَّ أَوَّلَ وَقْتِ الْعِشَاءِ حِينَ يَغِيبُ [ص:493] الْأُفُقُ وَإِنَّ آخِرَ وَقْتِهَا حِينَ يَنْتَصِفُ اللَّيْلُ وَإِنَّ أَوَّلَ وَقْتِ الْفَجْرِ حِينَ يَطْلُعُ الْفَجْرُ وَإِنَّ آخِرَ وَقْتِهَا حِينَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ». هَذَا لَا يَصِحُّ مُسْنَدًا , وَهِمَ فِي إِسْنَادِهِ ابْنُ فُضَيْلٍ , وَغَيْرُهُ يَرْوِيهِ عَنِ الْأَعْمَشِ , عَنْ مُجَاهِدٍ مُرْسَلًا

🌐 Terjemahan

Bahasa Indonesia

Sunan Daruquthni 1019: Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Salm bin Junadah menceritakan kepada kami, Muhammad bin Fudhail menceritakan kepada kami, dari Al Almasy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya shalat itu ada awal dan akhirnya. Awal waktu Zhuhur adalah ketika tergelincirnya matahari dan akhir waktunya adalah ketika masuknya waktu Ashar. Awal waktu Ashar adalah ketika masuk waktunya dan akhir waktunya adalah ketika menguningnya matahari. Awal waktu Maghrib adalah setelah terbenamnya matahari dan akhir waktunya adalah ketika hilangnya awan merah. Awal waktu Isya adalah setelah hilangnya awan merah dan akhir waktunya adalah setelah pertengahan malam. Dan awal waktu Subuh adalah ketika terbitnya fajar dan akhir waktunya adalah ketika terbitnya matahari ." Penyandaran ini tidak shahih karena Ibnu Fudhail hanya mengira-ngira, sedangkan yang lainnya meriwayatkannya dari Al A'masy, dari Mujahid secara mursal.

📋 Perbandingan Status

Peneliti Status
Majdi bin Mansur Isnadnya hasan: HR. At-Tirmidzi (151); Ahmad (7172); Al Baihaqi (1/375) dari Muhammad bin Fudhail. Abu Hatim mengatakan sebagaimana disebutkan di dalam Al 'Ilal karya anaknya (273), "Ini salah, Ibnu Fudhail mengira-ngira diriwayatkan oleh para sahabat Al A'masy dari Al A'masy dari Mujahid ucapannya itu." Saya katakan: Mungkin ia meriwayatkannya dengan dua isnad sekaligus, wallahu a 'la wa a‘lam.
Tidak Tersedia

🎯 Analisis Kekuatan Hadis

Status Indikator Kekuatan
Isnadnya hasan: HR. At-Tirmidzi (151); Ahmad (7172); Al Baihaqi (1/375) dari Muhammad bin Fudhail. Abu Hatim mengatakan sebagaimana disebutkan di dalam Al 'Ilal karya anaknya (273), "Ini salah, Ibnu Fudhail mengira-ngira diriwayatkan oleh para sahabat Al A'masy dari Al A'masy dari Mujahid ucapannya itu." Saya katakan: Mungkin ia meriwayatkannya dengan dua isnad sekaligus, wallahu a 'la wa a‘lam. ⚪ Tidak Diketahui

📝 Informasi Hadis

  • Koleksi: Sunan Daruquthni
  • Nomor Hadis: 1019
  • Ditambahkan pada: 18 October 2025
  • Status Majdi bin Mansur: Isnadnya hasan: HR. At-Tirmidzi (151); Ahmad (7172); Al Baihaqi (1/375) dari Muhammad bin Fudhail. Abu Hatim mengatakan sebagaimana disebutkan di dalam Al 'Ilal karya anaknya (273), "Ini salah, Ibnu Fudhail mengira-ngira diriwayatkan oleh para sahabat Al A'masy dari Al A'masy dari Mujahid ucapannya itu." Saya katakan: Mungkin ia meriwayatkannya dengan dua isnad sekaligus, wallahu a 'la wa a‘lam.
  • **Status **: Tidak Tersedia

Hadis ini telah diverifikasi secara otomatis menggunakan sistem grading ulama hadis.

Hadis Daruquthni No. 1019

Penulis

HadisKu

Tanggal

18 - 10 - 2025

Bagikan Hadis ini