Hadis Daruquthni No. 2610

🔤 Teks Arab

سنن الدارقطني ٢٦١٠: نا أَبُو مُحَمَّدِ بْنُ صَاعِدٍ , نا مُحَمَّدُ بْنُ زُنْبُورٍ , نا فُضَيْلُ بْنُ عِيَاضٍ , عَنْ مَنْصُورٍ , عَنْ إِبْرَاهِيمَ , عَنْ مَالِكِ بْنِ الْحَارِثِ أَوْ مَنْصُورٍ , عَنْ مَالِكِ بْنِ الْحَارِثِ , عَنْ أَبِي نَصْرٍ , قَالَ: لَقِيتُ عَلِيًّا وَقَدْ أَهْلَلْتُ بِالْحَجِّ وَأَهَلَّ هُوَ بِالْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ , فَقُلْتُ: هَلْ أَسْتَطِيعُ أَنْ أَفْعَلَ كَمَا فَعَلْتَ؟ , قَالَ: «ذَلِكَ لَوْ كُنْتَ بَدَأْتَ بِالْعُمْرَةِ» , فَقُلْتُ: كَيْفَ أَفْعَلُ إِذَا أَرَدْتُ ذَلِكَ؟ , قَالَ: «تَأْخُذُ إِدَاوَةً مِنْ مَاءٍ فَتُفِيضُهَا عَلَيْكَ ثُمَّ تُهِلُّ بِهِمَا جَمِيعًا , ثُمَّ تَطُوفُ لَهُمَا طَوَافَيْنِ وَتَسْعَى لَهُمَا سَعْيَيْنِ وَلَا يَحِلُّ لَكَ إِحْرَامٌ دُونَ يَوْمِ النَّحْرِ». قَالَ مَنْصُورٌ: فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِمُجَاهِدٍ , فَقَالَ: مَا كُنَّا نُفْتِي إِلَّا بِطَوَافٍ وَاحِدٍ فَأَمَّا الْآنَ فَلَا نَفْعَلُ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ بُهْلُولٍ , أنا أَبِي , قَالَ: قَالَ الشَّافِعِيُّ: «اخْتَرْتُ الْإِفْرَادَ , وَالتَّمَتُّعَ حَسَنٌ لَا نَكْرَهُهُ»

🌐 Terjemahan

Bahasa Indonesia

Sunan Daruquthni 2610: Abu Muhammad bin Sha'id memberitakan kepada kami, Muhammad bin Zunbur memberitakan kepada kami, Fudhail bin Iyadh memberitakan kepada kami, dari Manshur, dari Ibrahim, dari Malik bin Al Harits atau Manshur, dari Malik bin Al Harits, dari Abu Nashr, dia berkata,

Saya berjumpa dengan Ali dan saya telah melakukan ihram untuk haji, sedangkan dia melakukan ihram untuk haji dan umrah. Lalu saya bertanya, "Apakah saya mampu melakukan seperti apa yang kamu lakukan?" dia menjawab, "Itu, jika kamu memulai dengan umrah." Saya bertanya, "Bagaimana yang harus saya lakukan jika saya menginginkan hal itu?" dia menjawab, "Kamu ambil satu kantong air, lalu kamu menyiramkannya pada tubuhmu. kemudian kamu berihram dengan keduanya bersamaan. kemudian kamu melakukan thawaf untuk keduanya dua kali dan melakukan untuk keduanya dua kali dan kamu tidak boleh bertahallul dari ihram sebelum hari nahar." Manshur berkata, maka saya katakan hal itu kepada Mujahid dan dia mengatakan. kami tidak pernah memberikan fatwa kecuali dengan sekali thawaf, adapun sekarang, maka kami tidak akan melakukannya."

Ahmad bin Ishak bin Al Buhlul menceritakan kepada kami. bapakku memberitakan kepada kami. dia berkata. Syafi'i mengatakan. saya memilih haji ifrad. sedangkan haji tamattu' baik dan saya tidak membencinya.

📋 Perbandingan Status

Peneliti Status
Majdi bin Mansur Sanadnya dha'if. HR. Al Baihaqi (5/108), dari jalur periwayatan penyusun kitab tersebut. Menurut saya, Abu Nashr majhul.
Tidak Tersedia

🎯 Analisis Kekuatan Hadis

Status Indikator Kekuatan
Sanadnya dha'if. HR. Al Baihaqi (5/108), dari jalur periwayatan penyusun kitab tersebut. Menurut saya, Abu Nashr majhul. ⚪ Tidak Diketahui

📝 Informasi Hadis

  • Koleksi: Sunan Daruquthni
  • Nomor Hadis: 2610
  • Ditambahkan pada: 18 October 2025
  • Status Majdi bin Mansur: Sanadnya dha'if. HR. Al Baihaqi (5/108), dari jalur periwayatan penyusun kitab tersebut. Menurut saya, Abu Nashr majhul.
  • **Status **: Tidak Tersedia

Hadis ini telah diverifikasi secara otomatis menggunakan sistem grading ulama hadis.

Hadis Daruquthni No. 2610

Penulis

HadisKu

Tanggal

18 - 10 - 2025

Bagikan Hadis ini