Hadis Daruquthni No. 3107
🔤 Teks Arab
🌐 Terjemahan
Bahasa Indonesia
Sunan Daruquthni 3107: Muhammad bin Harun bin Manah Abu Hamid menceritakan kepada kami, Umar bin Ismail bin Mujalid menceritakan kepada kami, Mu'ammar bin Sulaiman Ar-Raqqi menceritakan kepada kami dari Al Hajjaj, dari Abdul Jabbar bin Wa'il, dari ayahnya, dia berkata, "Seorang wanita pernah dipaksa (untuk berzina) pada masa Rasulullah SAW. Kemudian beliau membebaskan wanita tersebut dari hukum had, dan melaksanakan hukum tersebut kepada laki-laki yang menyetubuhinya. Namun demikian, tidak disebutkan bahwa beliau memberikan hak mahar kepada wanita tersebut."
📋 Perbandingan Status
| Peneliti | Status |
|---|---|
| Majdi bin Mansur | Sanadnya sangat dha'if dan munqathi'. HR. At-Tirmidzi (1453) dan Ibnu Majah (2598) dari Mu'ammar bin Sulaiman. Menurutku, Al Hajjaj yaitu Ibnu Arthah, adalah perawi dha‘if. Biografinya telah disebutkan sebelumnya. Sementara itu Abdul Jabbar bin Wail belum pernah mendengar riwayat dari ayahnya, selain itu ia pun sebenarnya belum pernah bertemu dengannya {At-Tahzib, 6/105). Sedangkan Umar bin Ismail adalah perawi matruk (At-Taqrib, 2/52). |
| Tidak Tersedia |
🎯 Analisis Kekuatan Hadis
| Status | Indikator Kekuatan |
|---|---|
| Sanadnya sangat dha'if dan munqathi'. HR. At-Tirmidzi (1453) dan Ibnu Majah (2598) dari Mu'ammar bin Sulaiman. Menurutku, Al Hajjaj yaitu Ibnu Arthah, adalah perawi dha‘if. Biografinya telah disebutkan sebelumnya. Sementara itu Abdul Jabbar bin Wail belum pernah mendengar riwayat dari ayahnya, selain itu ia pun sebenarnya belum pernah bertemu dengannya {At-Tahzib, 6/105). Sedangkan Umar bin Ismail adalah perawi matruk (At-Taqrib, 2/52). | ⚪ Tidak Diketahui |
📝 Informasi Hadis
- Koleksi: Sunan Daruquthni
- Nomor Hadis: 3107
- Ditambahkan pada: 18 October 2025
- Status Majdi bin Mansur: Sanadnya sangat dha'if dan munqathi'. HR. At-Tirmidzi (1453) dan Ibnu Majah (2598) dari Mu'ammar bin Sulaiman. Menurutku, Al Hajjaj yaitu Ibnu Arthah, adalah perawi dha‘if. Biografinya telah disebutkan sebelumnya. Sementara itu Abdul Jabbar bin Wail belum pernah mendengar riwayat dari ayahnya, selain itu ia pun sebenarnya belum pernah bertemu dengannya {At-Tahzib, 6/105). Sedangkan Umar bin Ismail adalah perawi matruk (At-Taqrib, 2/52).
- **Status **: Tidak Tersedia
Hadis ini telah diverifikasi secara otomatis menggunakan sistem grading ulama hadis.