Hadis Daruquthni No. 412
🔤 Teks Arab
🌐 Terjemahan
Bahasa Indonesia
Sunan Daruquthni 412: Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Yahya mengabarkan kepada kami, Wahb bin Jarir mengabarkan kepada kami, Syu'bah mengabarkan kepada kami, dari Ashim bin Abdullah bin Sarjis, ia mengatakan, "Wanita boleh berwudhu dan mandi dari air sisa mandi dan wudhu laki-laki, namun laki-laki tidak boleh wudhu dengan sisa mandi wanita dan tidak pula dengan sisa wudhunya." Ini mauquf shahih, dan ini yang lebih mendekati kebenaran.
📋 Perbandingan Status
| Peneliti | Status |
|---|---|
| Majdi bin Mansur | Lihat keterangan yang lalu. Al Baihaqi mengatakan, "Ini mauquf dan lebih benar. Telah sampai kepadaku dari Abu Isa At-Tirmidzi dari Muhammad bin Isma'il Al Bukhari, bahwa ia mengatakan, "Hadits Abdullah bin Sirjis pada bab ini yang benar adalah mauquf, barangsiapa memarfu‘kannya maka ia telah keliru." Ibnu AtTurkumah menyebutkan di dalam Al Jauhar, "Ini seperti yang telah lalu. Siapa yang mendahulukan yang marfu' terhadap yang mauquf, dan menjadikan yang mauquf sebagai fatwa, maka tidak bertolak belakang dengan yang marfu'. Abdul Aziz bin Mukhtar riwayatnya telah dikeluarkan oleh Asy-Syaikhani (Al Bukhari dan Mulim) serta yang lainnya, dinilai tsiqah oleh Ibnu Ma'in, Abu Hatim dan Abu Zur'ah sehingga tidak masalah bagi yang menilai mauquf pada yang dimauqufkannya. Al Baihaqi telah melakukan hal semacam ini, yaitu ketika memadukan antara batu dengan air dalam istinja." |
| Tidak Tersedia |
🎯 Analisis Kekuatan Hadis
| Status | Indikator Kekuatan |
|---|---|
| Lihat keterangan yang lalu. Al Baihaqi mengatakan, "Ini mauquf dan lebih benar. Telah sampai kepadaku dari Abu Isa At-Tirmidzi dari Muhammad bin Isma'il Al Bukhari, bahwa ia mengatakan, "Hadits Abdullah bin Sirjis pada bab ini yang benar adalah mauquf, barangsiapa memarfu‘kannya maka ia telah keliru." Ibnu AtTurkumah menyebutkan di dalam Al Jauhar, "Ini seperti yang telah lalu. Siapa yang mendahulukan yang marfu' terhadap yang mauquf, dan menjadikan yang mauquf sebagai fatwa, maka tidak bertolak belakang dengan yang marfu'. Abdul Aziz bin Mukhtar riwayatnya telah dikeluarkan oleh Asy-Syaikhani (Al Bukhari dan Mulim) serta yang lainnya, dinilai tsiqah oleh Ibnu Ma'in, Abu Hatim dan Abu Zur'ah sehingga tidak masalah bagi yang menilai mauquf pada yang dimauqufkannya. Al Baihaqi telah melakukan hal semacam ini, yaitu ketika memadukan antara batu dengan air dalam istinja." | ⚪ Tidak Diketahui |
📝 Informasi Hadis
- Koleksi: Sunan Daruquthni
- Nomor Hadis: 412
- Ditambahkan pada: 18 October 2025
- Status Majdi bin Mansur: Lihat keterangan yang lalu. Al Baihaqi mengatakan, "Ini mauquf dan lebih benar. Telah sampai kepadaku dari Abu Isa At-Tirmidzi dari Muhammad bin Isma'il Al Bukhari, bahwa ia mengatakan, "Hadits Abdullah bin Sirjis pada bab ini yang benar adalah mauquf, barangsiapa memarfu‘kannya maka ia telah keliru." Ibnu AtTurkumah menyebutkan di dalam Al Jauhar, "Ini seperti yang telah lalu. Siapa yang mendahulukan yang marfu' terhadap yang mauquf, dan menjadikan yang mauquf sebagai fatwa, maka tidak bertolak belakang dengan yang marfu'. Abdul Aziz bin Mukhtar riwayatnya telah dikeluarkan oleh Asy-Syaikhani (Al Bukhari dan Mulim) serta yang lainnya, dinilai tsiqah oleh Ibnu Ma'in, Abu Hatim dan Abu Zur'ah sehingga tidak masalah bagi yang menilai mauquf pada yang dimauqufkannya. Al Baihaqi telah melakukan hal semacam ini, yaitu ketika memadukan antara batu dengan air dalam istinja."
- **Status **: Tidak Tersedia
Hadis ini telah diverifikasi secara otomatis menggunakan sistem grading ulama hadis.