Hadis Daruquthni No. 4166

🔤 Teks Arab

سنن الدارقطني ٤١٦٦: نا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْبَزَّازُ , نا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ , نا إِسْمَاعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ , عَنِ ابْنِ عَوْنٍ , عَنْ عِيسَى بْنِ الْحَارِثِ , قَالَ: كَانَتْ أُمُّ وَلَدٍ لِأَخِي شُرَيْحِ بْنِ الْحَارِثِ وَلَدَتْ لَهُ جَارِيَةً فَزُوِّجَتْ فَوَلَدَتْ غُلَامًا ثُمَّ تُوُفِّيَتْ أُمُّ الْوَلَدِ , قَالَ: فَاخْتَصَمَ فِي مِيرَاثَهَا شُرَيْحُ بْنُ الْحَارِثِ وَابْنُ ابْنَتِهَا إِلَى شُرَيْحٍ , فَجَعَلَ شُرَيْحُ بْنُ الْحَارِثِ يَقُولُ لِشُرَيْحٍ: إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ مِيرَاثٌ فِي كِتَابِ اللَّهِ إِنَّمَا هُوَ ابْنُ ابْنَتِهَا , قَالَ: فَقَضَى شُرَيْحٌ بِمِيرَاثِهَا لِابْنِ ابْنَتِهَا , وَقَالَ {وَأُولُو الْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَى بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ} [الأحزاب: 6] , فَرَكِبَ مَيْسَرَةُ بْنُ يَزِيدَ إِلَى ابْنِ الزُّبَيْرِ فَأَخْبَرَهُ بِالَّذِي كَانَ مِنْ شُرَيْحٍ , فَكَتَبَ ابْنُ الزُّبَيْرِ إِلَى شُرَيْحٍ: إِنَّ مَيْسَرَةَ بْنَ يَزِيدَ ذَكَرَ لِي كَذَا وَكَذَا وَإِنَّكَ قُلْتَ عِنْدَ ذَلِكَ {وَأُولُو الْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَى بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ} [الأحزاب: 6] , وَإِنَّمَا كَانَتْ تِلْكَ الْآيَةُ فِي شَأْنِ الْعَصَبَةِ كَانَ الرَّجُلُ يُعَاقِدُ الرَّجُلَ , فَيَقُولُ: تَرِثُنِي وَأَرِثُكَ فَلَمَّا نَزَلَتْ تُرِكَ ذَاكَ , فَجَاءَ مَيْسَرَةُ بْنُ يَزِيدَ بِالْكِتَابِ إِلَى شُرَيْحٍ , فَلَمَّا قَرَأَهُ أَبَى أَنْ يَرُدَّ قَضَاءَهُ , وَقَالَ: «فَإِنَّهُ إِنَّمَا أَعْتَقَهَا خَبَيَاتِ بَطْنِهَا»

🌐 Terjemahan

Bahasa Indonesia

Sunan Daruquthni 4166: Ya'qub bin Ibrahim Al Bazzaz menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Arafah menceritakan kepada kami, Ismail bin Ulayyah menceritakan kepada kami dari Ibnu Aim, dari Isa bin Al Harits, dia berkata: Ummu walad milik sudaraku, Syuraih bin Al Haris, melahirkan anak perempuan darinya. Lalu anak perempuan itu dinikahkan dan melahirkan anak laki-laki, lalu ummu walad itu meninggal. Ia lanjut berkata: Kemudian Syuraih bin Al Harits dan anak laki-laki dari putrinya itu berselisih tentang warisannya dan mengadukannya kepada Syuraih. Maka Syuraih bin Al Haris berkata kepada Syuraih, bahwa ia tidak mempunyai warisan menurut Kitabullah, karena ia adalah anak laki-laki dari anak perempuannya. Namun Syuraih menetapkan warisannya untuk anak laki-laki dari anak perempuannya, dan dia berkata, "Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) di dalam kitab Allah. " (Qs. Al Anfaal 8: 75) Lalu Maisarah bin Yazid berangkat menemui Ibnu Az-Zubair, dan memberitahukan kepadanya tentang ketetapan Syuraih. Maka Ibnu Az-Zubair menulis surat kepada Syuraih (yang isinya), "Sesungguhnya Maisarah bin Yazid telah menyebutkan demikian dan demikian kepadaku, dan saat itu engkau berkata, ' Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) di dalam Kitab Allah', padahal ayat ini mengenai ashabah. Yaitu seseorang yang menuntut tebusan pembunuhan, lalu dia berkata, 'Engkau mewarisiku dan aku mewarisimu.' Setelah turunnya ayat ini, maka hal itu ditinggalkan." Kemudian Maisarah bin Yazid datang dengan membawakan surat itu kepada Syuraih. Setelah membacanya, ia enggan menarik kembali keputusannya, dan ia berkata, "Sebenarnya dia dimerdekakan oleh yang terlahir dari perutnya'."

📋 Perbandingan Status

Peneliti Status
Majdi bin Mansur Isnadnya hasan,
Tidak Tersedia

🎯 Analisis Kekuatan Hadis

Status Indikator Kekuatan
Isnadnya hasan, ⚪ Tidak Diketahui

📝 Informasi Hadis

  • Koleksi: Sunan Daruquthni
  • Nomor Hadis: 4166
  • Ditambahkan pada: 18 October 2025
  • Status Majdi bin Mansur: Isnadnya hasan,
  • **Status **: Tidak Tersedia

Hadis ini telah diverifikasi secara otomatis menggunakan sistem grading ulama hadis.

Hadis Daruquthni No. 4166

Penulis

HadisKu

Tanggal

18 - 10 - 2025

Bagikan Hadis ini