Hadis Daruquthni No. 441

🔤 Teks Arab

سنن الدارقطني ٤٤١: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ إِسْحَاقَ الْحَرْبِيُّ , نا سَعِيدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ الْأَزْهَرِ , نا إِسْحَاقُ بْنُ يُوسُفَ الْأَزْرَقُ , نا شَرِيكٌ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , عَنْ عَطَاءٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْمَنِيِّ يُصِيبُ الثَّوْبَ , قَالَ: «إِنَّمَا هُوَ بِمَنْزِلَةِ الْمُخَاطِ وَالْبُزَاقِ , وَإِنَّمَا يَكْفِيكَ أَنْ تَمْسَحَهُ بِخِرْقَةٍ أَوْ بِإِذْخِرَةٍ». لَمْ يَرْفَعْهُ غَيْرُ إِسْحَاقَ الْأَزْرَقِ , عَنْ شَرِيكٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ هُوَ ابْنُ أَبِي لَيْلَى ثِقَةٌ فِي حِفْظِهِ شَيْءٌ

🌐 Terjemahan

Bahasa Indonesia

Sunan Daruquthni 441: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Ishaq Al Harbi mengabarkan kepada kami, Sa'id bin Yahya bin Al Azhar mengabarkan kepada kami, Ishaq bin Yusuf Al Azraq mengabarkan kepada kami, Syarik mengabarkan kepada kami, dari Muhammad bin Abdurrahman, dari Atha‘ dari Ibnu Abbas, ia menuturkan, "Nabi SAW ditanya tentang mani yang mengenai pakaian, beliau pun bersabda, ''Sesungguhnya itu sama dengan lendir ingus dan air ludah. Dan cukup bagimu untuk mengusapnya dengan lap (sobekan kain) atau idzkhir (rumput jeruk/tumbuhtumbuhan.” Tidak ada yang memarfukannya (mengangkatnya hingga sampai kepada Nabi SAW) selain Ishaq Al Azraq dari Syarik, dari Muhammad bin Abdurrahman, yakni Ibnu Abi Laila. Ia tsiqah dan terdapat sesuatu dalam hafalannya (hafalannya buruk).

📋 Perbandingan Status

Peneliti Status
Majdi bin Mansur Isnadnya lemah: HR. Al Baihaqi (2/418); Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/106) dari jalur pengarang. Di dalam sanadnya terdapat Muhammad bin Abdurrahman bin Abu Laila, ia jujur namun hafalannya buruk sekali, At-Taqrib (2/184), dan yang meriwayatkan darinya adalah Syarik yaitu Al Qadhi, ia jujur namun banyak salah, hafalannya berubah semenjak menjabat sebagai qadhi. Ia seorang yang adil, utama, ahi ibadah, dan tegas terhadap ahli bid'ah, At-Taqrib (1/351).
Tidak Tersedia

🎯 Analisis Kekuatan Hadis

Status Indikator Kekuatan
Isnadnya lemah: HR. Al Baihaqi (2/418); Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/106) dari jalur pengarang. Di dalam sanadnya terdapat Muhammad bin Abdurrahman bin Abu Laila, ia jujur namun hafalannya buruk sekali, At-Taqrib (2/184), dan yang meriwayatkan darinya adalah Syarik yaitu Al Qadhi, ia jujur namun banyak salah, hafalannya berubah semenjak menjabat sebagai qadhi. Ia seorang yang adil, utama, ahi ibadah, dan tegas terhadap ahli bid'ah, At-Taqrib (1/351). ⚪ Tidak Diketahui

📝 Informasi Hadis

  • Koleksi: Sunan Daruquthni
  • Nomor Hadis: 441
  • Ditambahkan pada: 18 October 2025
  • Status Majdi bin Mansur: Isnadnya lemah: HR. Al Baihaqi (2/418); Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/106) dari jalur pengarang. Di dalam sanadnya terdapat Muhammad bin Abdurrahman bin Abu Laila, ia jujur namun hafalannya buruk sekali, At-Taqrib (2/184), dan yang meriwayatkan darinya adalah Syarik yaitu Al Qadhi, ia jujur namun banyak salah, hafalannya berubah semenjak menjabat sebagai qadhi. Ia seorang yang adil, utama, ahi ibadah, dan tegas terhadap ahli bid'ah, At-Taqrib (1/351).
  • **Status **: Tidak Tersedia

Hadis ini telah diverifikasi secara otomatis menggunakan sistem grading ulama hadis.

Hadis Daruquthni No. 441

Penulis

HadisKu

Tanggal

18 - 10 - 2025

Bagikan Hadis ini