Hadis Daruquthni No. 53
🔤 Teks Arab
🌐 Terjemahan
Bahasa Indonesia
Sunan Daruquthni 53: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Abu Sayyar Muhammad bin Abdullah bin Al Mustaurid mengabarkan kepada kami, Ahmad bin Amr bin As-Sarh mengabarkan kepadaku, Ibnu Wahb mengabarkan kepada kami, Abdurrahman bin Zaid bin Aslam mengabarkan kepada kami, dari ayahnya, dari 'Atha‘ dari Abu Hurairah RA, ia mengatakan, "Rasulullah SAW ditanya tentang tempat pembuangan bekas haid yang terdapat di antara Makkah dan Madinah. Lalu dikatakan kepada beliau bahwa anjing dan binatang ternak sering menyambanginya, maka beliau bersabda, 'Bagi mereka (para binatang itu) adalah apa yang mereka makan ke dalam perutnya, sedangkan bagi kita tetap sebagai minuman dan alat bersuci'
📋 Perbandingan Status
| Peneliti | Status |
|---|---|
| Majdi bin Mansur | Isnadnya lemah. HR. Al Baihaqi (1/258); Ath-Thabari di dalam At-Tahdzib (2/708) dengan lafazh 'wa lanaa maa ghabara' (dan bagi kita adalah apa yang tersisa); Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/66); Ibnu Majah (1/257). Semuanya dari jalur Abdurrahman bin Zaid bin Aslam, dan ia mengatakan: Abdurrahman [bin Zaid bin Aslam] lemah berdasarkan kesepakatan mereka. Ahmad bin Hanbal, Ali bin Al Madini, Abu Daud, Abu Zur'ah Ar-Razi dan Ad-Daraquthni menilainya lemah. Sementara Ibnu Hibban mengatakan, "Ia suka membalik berita namun ia tidak menyadarinya, sehingga kadang me- marfu '-kan (menyandarkan kepada Nabi SAW) yang mursal dan me-musnad-kannya (menyatakan sanadnya bersambung hingga Nabi SAW) yang mauquf, karena itu layak ditinggalkan." |
| Tidak Tersedia |
🎯 Analisis Kekuatan Hadis
| Status | Indikator Kekuatan |
|---|---|
| Isnadnya lemah. HR. Al Baihaqi (1/258); Ath-Thabari di dalam At-Tahdzib (2/708) dengan lafazh 'wa lanaa maa ghabara' (dan bagi kita adalah apa yang tersisa); Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/66); Ibnu Majah (1/257). Semuanya dari jalur Abdurrahman bin Zaid bin Aslam, dan ia mengatakan: Abdurrahman [bin Zaid bin Aslam] lemah berdasarkan kesepakatan mereka. Ahmad bin Hanbal, Ali bin Al Madini, Abu Daud, Abu Zur'ah Ar-Razi dan Ad-Daraquthni menilainya lemah. Sementara Ibnu Hibban mengatakan, "Ia suka membalik berita namun ia tidak menyadarinya, sehingga kadang me- marfu '-kan (menyandarkan kepada Nabi SAW) yang mursal dan me-musnad-kannya (menyatakan sanadnya bersambung hingga Nabi SAW) yang mauquf, karena itu layak ditinggalkan." | ⚪ Tidak Diketahui |
📝 Informasi Hadis
- Koleksi: Sunan Daruquthni
- Nomor Hadis: 53
- Ditambahkan pada: 18 October 2025
- Status Majdi bin Mansur: Isnadnya lemah. HR. Al Baihaqi (1/258); Ath-Thabari di dalam At-Tahdzib (2/708) dengan lafazh 'wa lanaa maa ghabara' (dan bagi kita adalah apa yang tersisa); Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/66); Ibnu Majah (1/257). Semuanya dari jalur Abdurrahman bin Zaid bin Aslam, dan ia mengatakan: Abdurrahman [bin Zaid bin Aslam] lemah berdasarkan kesepakatan mereka. Ahmad bin Hanbal, Ali bin Al Madini, Abu Daud, Abu Zur'ah Ar-Razi dan Ad-Daraquthni menilainya lemah. Sementara Ibnu Hibban mengatakan, "Ia suka membalik berita namun ia tidak menyadarinya, sehingga kadang me- marfu '-kan (menyandarkan kepada Nabi SAW) yang mursal dan me-musnad-kannya (menyatakan sanadnya bersambung hingga Nabi SAW) yang mauquf, karena itu layak ditinggalkan."
- **Status **: Tidak Tersedia
Hadis ini telah diverifikasi secara otomatis menggunakan sistem grading ulama hadis.