Hadis Daruquthni No. 872

🔤 Teks Arab

سنن الدارقطني ٨٧٢: قُرِئَ عَلَى أَبِي الْقَاسِمِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ وَأَنَا أَسْمَعُ , حَدَّثَكُمْ دَاوُدُ بْنُ رُشَيْدٍ , ثنا الْوَلِيدُ , عَنِ الْأَوْزَاعِيِّ , عَنْ قُرَّةَ , عَنِ ابْنِ شِهَابٍ , عَنْ أَبِي سَلَمَةَ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «كُلُّ أَمْرٍ ذِي بَالٍ لَا يُبْدَأُ فِيهِ بِحَمْدِ اللَّهِ أَقْطَعُ». تَفَرَّدَ بِهِ قُرَّةُ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ أَبِي سَلَمَةَ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , وَأَرْسَلَهُ غَيْرُهُ عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , وَقُرَّةُ لَيْسَ بِقَوِيٍّ فِي الْحَدِيثِ. وَرَوَاهُ صَدَقَةُ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سَعِيدٍ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَلَا يَصِحُّ الْحَدِيثُ , وَصَدَقَةُ , وَمُحَمَّدُ بْنُ سَعِيدٍ ضَعِيفَانِ , وَالْمُرْسَلُ هُوَ الصَّوَابُ

🌐 Terjemahan

Bahasa Indonesia

Sunan Daruquthni 872: Dibacakan kepada Abu Al Qasim Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz dan aku mendengarkan: Daud bin Rusyaid menyampaikan kepada kalian, Al Walid menceritakan kepada kami, dari Al Auza'i, dari Qurrah, dari Ibnu Syihab, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan hamdalah adalah terputus. Qurrah meriwayatkannya sendirian dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah. Yang lainnya menganggap mursal, yaitu dari Az-Zuhri dari Nabi SAW. Qurrah tidak kuat dalam meriwayatkan hadits. Diriwayatkan juga oleh Shadaqah dari Muhammad bin Sa'id, dari Az-Zuhri, dari Abdurrahman bin Ka'b bin Malik, dari ayahnya, dari Nabi SAW, namun haditsnya tidak shahih. Shadaqah dan Muhammad bin Sa'id lemah. Riwayat yang mursal adalah yang benar.

📋 Perbandingan Status

Peneliti Status
Majdi bin Mansur Isnadnya lemah: HR. Ibnu Hibban (1/2); Ahmad (8697); Abu Daud (4840); Ibnu Majah (1894) dari jalur Al Auza'i dari Qurrah. Saya katakan: Al Imam Al Hafizh Ad-Daraquthni mempunyai pandangan tersendiri tentang tadlis, ia mengatakan: Dibacakan kepada Abu Al Qasim Al Baghawi: Fulan menyampaikan hadits kepada kalian, lalu ia mengira bahwa ia telah mendengar darinya, namun ia tidak mengatakan 'Dan aku mendengarkan'. Dari Ta'rif Ahl At-Taqdis karya Ibnu Hajar (h. 4). Di sini, dia tidak menyebutkan 'mendengar' sehingga hilangnya keraguan adanya 'tadlis'. Sementara Qurrah bin Abdurrahman jujur namun memiliki riwayat yang mungkar, At-Taqrib (2/125), sedangkan Al Walid bin Muslim kerap mentadlis dan meriwayatkan secara mu‘an‘an.
Tidak Tersedia

🎯 Analisis Kekuatan Hadis

Status Indikator Kekuatan
Isnadnya lemah: HR. Ibnu Hibban (1/2); Ahmad (8697); Abu Daud (4840); Ibnu Majah (1894) dari jalur Al Auza'i dari Qurrah. Saya katakan: Al Imam Al Hafizh Ad-Daraquthni mempunyai pandangan tersendiri tentang tadlis, ia mengatakan: Dibacakan kepada Abu Al Qasim Al Baghawi: Fulan menyampaikan hadits kepada kalian, lalu ia mengira bahwa ia telah mendengar darinya, namun ia tidak mengatakan 'Dan aku mendengarkan'. Dari Ta'rif Ahl At-Taqdis karya Ibnu Hajar (h. 4). Di sini, dia tidak menyebutkan 'mendengar' sehingga hilangnya keraguan adanya 'tadlis'. Sementara Qurrah bin Abdurrahman jujur namun memiliki riwayat yang mungkar, At-Taqrib (2/125), sedangkan Al Walid bin Muslim kerap mentadlis dan meriwayatkan secara mu‘an‘an. ⚪ Tidak Diketahui

📝 Informasi Hadis

  • Koleksi: Sunan Daruquthni
  • Nomor Hadis: 872
  • Ditambahkan pada: 18 October 2025
  • Status Majdi bin Mansur: Isnadnya lemah: HR. Ibnu Hibban (1/2); Ahmad (8697); Abu Daud (4840); Ibnu Majah (1894) dari jalur Al Auza'i dari Qurrah. Saya katakan: Al Imam Al Hafizh Ad-Daraquthni mempunyai pandangan tersendiri tentang tadlis, ia mengatakan: Dibacakan kepada Abu Al Qasim Al Baghawi: Fulan menyampaikan hadits kepada kalian, lalu ia mengira bahwa ia telah mendengar darinya, namun ia tidak mengatakan 'Dan aku mendengarkan'. Dari Ta'rif Ahl At-Taqdis karya Ibnu Hajar (h. 4). Di sini, dia tidak menyebutkan 'mendengar' sehingga hilangnya keraguan adanya 'tadlis'. Sementara Qurrah bin Abdurrahman jujur namun memiliki riwayat yang mungkar, At-Taqrib (2/125), sedangkan Al Walid bin Muslim kerap mentadlis dan meriwayatkan secara mu‘an‘an.
  • **Status **: Tidak Tersedia

Hadis ini telah diverifikasi secara otomatis menggunakan sistem grading ulama hadis.

Hadis Daruquthni No. 872

Penulis

HadisKu

Tanggal

18 - 10 - 2025

Bagikan Hadis ini