Hadis Daruquthni No. 919

🔤 Teks Arab

سنن الدارقطني ٩١٩: حَدَّثَنَا أَبُو طَالِبِ عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَحْمَدَ بْنِ الْجَهْمِ , ثنا عَلِيُّ بْنُ دَاوُدَ الْقَنْطَرِيُّ , ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ صَالِحٍ , حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ أَذَّنَ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ سَنَةً وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ , وَكُتِبَ لَهُ بِتَأْذِينِهِ فِي كُلِّ مَرَّةٍ سِتُّونَ حَسَنَةً , وَبِإِقَامَتِهِ ثَلَاثُونَ حَسَنَةً»

🌐 Terjemahan

Bahasa Indonesia

Sunan Daruquthni 919: Abu Thalib Al Katib Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Al Jahm menceritakan kepada kami, Ali bin Daud Al Qanthari menceritakan kepada kami, Abdullah bin Shalih menceritakan kepada kami, Yahya bin Ayyub menceritakan kepadaku, dari Ibnu Juraij, dari Nafi', dari Ibnu Umar, bahwa Nabi SAW bersabda, "Barangsiapa adzan selama dua belas tahun, maka wajiblah surga baginya, dan dituliskan baginya dengan setiap adzannya sebanyak enam puluh kebaikan, dan dengan iqamahnya tiga puluh kebaikan."

📋 Perbandingan Status

Peneliti Status
Majdi bin Mansur Isnadnya lemah: HR. Ibnu Majah (728); Al Hakim (1/205); Al Baihaqi (1/433); Ibnu Al Jauzi di dalam Al 'Ilal (1/396); Dikeluarkan juga oleh Adz-Dzahabi (2/445); Ibnu Hibban di dalam Al Jajruhin (2/44) dari Abdullah bin Shalih. Saya katakan: Abdullah bin Shalih adalah juru tulis Al-Laits, ia lemah. Hadits ini dishahihkan oleh Al Hakim dan diakui oleh Adz-Dzahabi, lalu Al Mundziri mengikutinya di dalam At-Targhib (1/183) dan diikuti juga oleh As-Suyuthi di dalam Ash-Shaghir. Ibnu Juraij adalah mudallis dan meriwayatkan secara mu‘an‘an.
Tidak Tersedia

🎯 Analisis Kekuatan Hadis

Status Indikator Kekuatan
Isnadnya lemah: HR. Ibnu Majah (728); Al Hakim (1/205); Al Baihaqi (1/433); Ibnu Al Jauzi di dalam Al 'Ilal (1/396); Dikeluarkan juga oleh Adz-Dzahabi (2/445); Ibnu Hibban di dalam Al Jajruhin (2/44) dari Abdullah bin Shalih. Saya katakan: Abdullah bin Shalih adalah juru tulis Al-Laits, ia lemah. Hadits ini dishahihkan oleh Al Hakim dan diakui oleh Adz-Dzahabi, lalu Al Mundziri mengikutinya di dalam At-Targhib (1/183) dan diikuti juga oleh As-Suyuthi di dalam Ash-Shaghir. Ibnu Juraij adalah mudallis dan meriwayatkan secara mu‘an‘an. ⚪ Tidak Diketahui

📝 Informasi Hadis

  • Koleksi: Sunan Daruquthni
  • Nomor Hadis: 919
  • Ditambahkan pada: 18 October 2025
  • Status Majdi bin Mansur: Isnadnya lemah: HR. Ibnu Majah (728); Al Hakim (1/205); Al Baihaqi (1/433); Ibnu Al Jauzi di dalam Al 'Ilal (1/396); Dikeluarkan juga oleh Adz-Dzahabi (2/445); Ibnu Hibban di dalam Al Jajruhin (2/44) dari Abdullah bin Shalih. Saya katakan: Abdullah bin Shalih adalah juru tulis Al-Laits, ia lemah. Hadits ini dishahihkan oleh Al Hakim dan diakui oleh Adz-Dzahabi, lalu Al Mundziri mengikutinya di dalam At-Targhib (1/183) dan diikuti juga oleh As-Suyuthi di dalam Ash-Shaghir. Ibnu Juraij adalah mudallis dan meriwayatkan secara mu‘an‘an.
  • **Status **: Tidak Tersedia

Hadis ini telah diverifikasi secara otomatis menggunakan sistem grading ulama hadis.

Hadis Daruquthni No. 919

Penulis

HadisKu

Tanggal

18 - 10 - 2025

Bagikan Hadis ini