Hadis Daruquthni No. 977
🔤 Teks Arab
🌐 Terjemahan
Bahasa Indonesia
Sunan Daruquthni 977: Muhammad bin Ahmad bin Shalih Al Azdi menceritakan kepada kami, Ahmad bin Muhammad bin yahya bin Sa'id yakni Al Qaththan menceritakan kepada kami, Yahya bin Adam menceritakan kepada kami {h} Abu Bakar Asy-Syafi'i dan Ahmad bin Muhammad bin Ziyad menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Muhammad bin Syadzan Al Jauhari menceritakan kepada kami, Mu'alla bin Manshur menceritakan kepada kami, keduanya mengatakan: Abdurrahim bin Sulaiman menceritakan kepada kami, Asy-Syaibani menceritakan kepada kami, dari Al Abbas bin Dzarih, dari Ziyad bin Abdullah An-Nakha'i, ia menuturkan, "Kami duduk bersama Ali RA di masjid agung, saat itu Kufah adalah kota istimewa, lalu muadzdzin mendatanginya kemudian berkata, 'Shalat Ashar wahai Amirul Mukminin.' Ali berkata, 'Duduklah.' Ia pun duduk, kemudian ia kembali dan mengatakan hal itu, Ali RA berkata,' Anjing ini mengajarkan kita Sunnah.' Lalu Ali RA berdiri dan melaksanakan shalat Ashar bersama kami. Setelah selesai, kami kembali ke tempat semula kami duduk-duduk, lalu kami bersiap-siap untuk menaiki kendaraan ketika matahari hampir tenggelam untuk menyaksikan tenggelamnya." Ziyad bin Abdullah An-Nakha'i majhul (tidak diketahui kredibilitasnya), tidak ada yang meriwayatkan darinya selain Al Abbas bin Dzarih.
📋 Perbandingan Status
| Peneliti | Status |
|---|---|
| Majdi bin Mansur | Isnadnya lemah: HR. Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/293) dari jalur pengarang. Saya katakan: Ziyad bin Abdulllah An-Nakha'i tidak diketahui kredibilitasnya. |
| Tidak Tersedia |
🎯 Analisis Kekuatan Hadis
| Status | Indikator Kekuatan |
|---|---|
| Isnadnya lemah: HR. Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/293) dari jalur pengarang. Saya katakan: Ziyad bin Abdulllah An-Nakha'i tidak diketahui kredibilitasnya. | ⚪ Tidak Diketahui |
📝 Informasi Hadis
- Koleksi: Sunan Daruquthni
- Nomor Hadis: 977
- Ditambahkan pada: 18 October 2025
- Status Majdi bin Mansur: Isnadnya lemah: HR. Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/293) dari jalur pengarang. Saya katakan: Ziyad bin Abdulllah An-Nakha'i tidak diketahui kredibilitasnya.
- **Status **: Tidak Tersedia
Hadis ini telah diverifikasi secara otomatis menggunakan sistem grading ulama hadis.