Hadis Ibnu Khuzaimah No. 986

🔤 Teks Arab

صحيح ابن خزيمة ٩٨٦: ثنا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْقَطَّانُ، وَابْنُ أَبِي عَدِيٍّ، وَمُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، وَسَهْلُ بْنُ يُوسُفَ، وَعَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ عَبْدِ الْمَجِيدِ الثَّقَفِيُّ قَالُوا: ثنا عَوْفٌ، عَنْ أَبِي رَجَاءٍ، ثنا عِمْرَانُ بْنُ حُصَيُنٍ قَالَ: كُنَّا فِي سَفَرٍ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَإِنَّا سَرَيْنَا ذَاتَ لَيْلَةٍ حَتَّى إِذَا كَانَ السَّحَرُ قَبْلَ الصُّبْحِ وَقَعْنَا تِلْكَ الْوَقْعَةِ، وَلَا وَقْعَةَ أَحْلَى عِنْدَ الْمُسَافِرِ مِنْهَا، فَمَا أَيْقَظَنَا إِلَّا حَرُّ الشَّمْسِ، وَكَانَ أَوَّلُ مَنِ اسْتَيْقَظَ فُلَانٌ، ثُمَّ فُلَانٌ كَانَ يُسَمِّيهِمْ أَبُو رَجَاءٍ، وَيُسَمِّيهِمْ عَوْفٌ، ثُمَّ عُمَرُ الرَّابِعُ، وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا نَامَ لَمْ نُوقِظْهُ، حَتَّى يَكُونَ هُوَ يَسْتَيْقِظُ، لِأَنَّا لَا نَدْرِي مَا يَحْدُثُ لَهُ فِي نَوْمِهِ، فَلَمَّا اسْتَيْقَظَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ وَرَأَى مَا أَصَابَ النَّاسَ، فَكَانَ رَجُلًا أَجْوَفَ جَلِيدًا، فَكَبَّرَ وَرَفَعَ صَوْتَهُ بِالتَّكْبِيرِ، فَمَا زَالَ يُكَبِّرُ وَيَرْفَعُ صَوْتَهُ حَتَّى اسْتَيْقَظَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِصَوْتِهِ، فَلَمَّا اسْتَيْقَظَ شَكَوْا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الَّذِي أَصَابَهُمْ، فَقَالَ: «لَا ضَيْرَ أَوْ لَا يَضِيرُ ارْتَحِلُوا» ، فَارْتَحَلُوا فَسَارَ غَيْرَ بَعِيدٍ، ثُمَّ نَزَلَ فَدَعَا بِمَاءٍ فَتَوَضَّأَ، ثُمَّ نَادَى بِالصَّلَاةِ فَصَلَّى بِالنَّاسِ

🌐 Terjemahan

Bahasa Indonesia

Shahih Ibnu Khuzaimah 986: Yahya bin Sa'id Al Qaththan dan Ibnu Abu Adi dan Muhammad bin Ja'far dan Sahal bin Yusuf dan Abdul Wahhab bin Abdul Majid Ats-Tsaqafi menceritakan kepada kami, mereka berkata: Auf menceritakan kepada kami dari Abu Raja, Imran bin Hushain menceritakan kepada kami, ia berkata, “Kami pernah ikut bersama Rasulullah ketika bepergian. Suatu malam kami berangkat, sampai ketika tiba waktu sahur sebelum Subuh terjadilah kejadian tersebut, tidak ada kejadian yang paling mengasyikkan bagi seorang yang bepergian dari hal itu. Ketika itu tidak ada yang membangunkan kami kecuali terik matahari dan orang yang pertama kali bangun adalah Fulan, lalu Fulan, dan mereka menyebutnya Abu Raja' dan menyebutnya Auf, kemudian Umar yang keempat. Sementara apabila Rasulullah tidur maka kami tidak membangunkan beliau sehingga beliau bangun sendiri, sebab kami tidak mengetahui apa yang sedang terjadi pada diri beliau di dalam tidurnya. Ketika Umar bin Al Khaththab bangun dan melihat apa yang dialami oleh para sahabat dan ia adalah seorang yang gagah berani, maka ia pun bertakbir dan mengeraskan suaranya sambil mengucapkan takbir serta terus bertakbir dan mengeraskan suaranya sehingga Rasulullah terbangun mendengar suaranya. Tatkala beliau bangun para sahabat mengadukan apa yang mereka alami, maka beliau berkata, “Tidak mengapa, atau tidak celaka, berangkatlah." Lalu para sahabat berangkat dan belum jauh berjalan, beliau kemudian turun dan meminta air lalu berwudhu, kemudian dikumandangkan shalat dan beliau shalat mengimami orang-orang.

📋 Perbandingan Status

Peneliti Status
Al-Albani Tidak Diketahui
Al-Azhami Tidak Tersedia

🎯 Analisis Kekuatan Hadis

Status Indikator Kekuatan

📝 Informasi Hadis

  • Koleksi: Sahih Ibnu Khuzaimah
  • Nomor Hadis: 986
  • Ditambahkan pada: 18 October 2025
  • Status Al-Albani: Tidak Diketahui
  • Status Al-Azhami: Tidak Tersedia

Hadis ini telah diverifikasi secara otomatis menggunakan sistem grading ulama hadis.

Hadis Ibnu Khuzaimah No. 986

Penulis

HadisKu

Tanggal

18 - 10 - 2025

Bagikan Hadis ini